Rabu, 16 November 2016

Sunyi Yang Mengganggu


Bunyi jangkrik bernyanyi di malam yang sunyi
Dalam  gelap, nyawa-nyawa bersuara tak lagi
Darah bersimbahan di tepi-tepi sungai
Terbawa arus bersama bangkai-bangkai Membungkam sejarah dan ideologi

Setengah abad lebih berlalu sudah, Pembantaian Nyawa yang teranggap menggaggu dihilangkan
Bukan puluhan
Bukan ratusan
Bukan ribuan
Nyawa melayang hingga jutaan

Terukir mendalam di dalam benak simpatisan
Seperti tiang pancang yang telah ditancapkan
Sejarah itu masih bening untuk diceritakan
Mungkin cerita anak family lupa sudah, memburam.
Namun, bercerita tentang manusia berseragam loreng menghantam
Jutaan manusia, terdampar nyawa dihantam
Ia tak bisa lupa kawannya, Anaknya, Ayah dan Ibunya
Di sembelih di tepi-tepi sungai dengan sedikit cahaya
Wanita-wanita diperkosa dalam penjara
Ia menolak lupa

Kukira sunyi menenangkannya
Tapi, justru mengganggunya
Senyap membawanya selalu
Terdampar di masa lalu
Bayang-bayang Loreng menghantui selalu.

Oleh: Mika
Gowa, 27 Juli 2016